KOTAMOBAGU, Untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat petani di Kotamobagu, Dinas pertanian dan Perikanan (Distankan) Kotamobagu, menyalurkan bantuan benih bibit bawang merah bersertivikasi, varietas Lansuna, sebanyak 1,8 Ton kepada 20 orang petani bawang merah, Senin 10/8 2020. Penyerahan bantuan tersebut, dilaksanakan di Aula Distankan Kotamobagu, dengan protokoler kesehatan Covid-19.
Bantuan tersebut berasal dari Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Utara, yang secara simbolis telah diberikan oleh Gubernur Sulawesi Utara, saat panen bawang merah di di perkebunan Kotabangon, Kotamobagu Timur, Kotamobagu, Senin (20/7/2020), lalu.
Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ramjan Mokoginta, S.Hut, pembagian bantuan bibit bawang merah ini berdasarkan usulan perseorangan petani melalui proposal yang memenuhi sayarat dan sudah diverifikasi, pada Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu.
“Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menjaga ketersedian pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pada masa darurat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kotamobagu,” Kata Mokoginta.
Sementara itu salah seorang petani penerima bantuan bibit bawang merah, Asri Mongilong, mengatakan sangat berterima kasih bantuan yang diberikan tersebut. Sebab dimasa pandemi Covid-19 ini, mereka kesulitan mencari bibit berkualitas, apalagi yang bersertifikat.
“Kebetulan lahan sudah kami siapkan, dan bantuan yang kami harapakan datang tepat waktu, apalagi ini gratisan, sehingga mengurangi ongkos biaya kami dilahan, “Terang Asri.
Perlu diketahui Varietas Lansuna ini, setelah lewat uji coba paket teknologi, untuk hasil produksi tinggi, perkilo gram bibit, bisa menghasilkan 14-18 Kg, dengan umur panen 56-60 hari. Ukuran umbi Tinggi 2,4 – 3,6 cm; Diameter 2,0 – 3,8 cm, berat per umbi 3,25 – 15,14 gram, daya simpan umbi pada suhu 27 - 30°C bisa mencapai 3-4 Bulan.
Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Muhammad Yahya, SP berharap, kepada seluruh petani penerima bantuan, supaya betul-betul menanam bibit bawang yang sudah dibagikan oleh pemerintah dan jangan pernah memperjual belikannya.
“Jika ada yang memperjual belikan bantuan ini, maka siap-siap berurusan dengan pihak penegak hukum,” sebutnya.
Menurut Yahya, alasan dipilihnya Komoditi bawang merah adalah untuk membangkitkan kembali ekonomi masyarakat, yang sempat melemah lantaran terdampak Covid-19 yang hingga saat ini masih menjadi tantangan bagi masyarakat.
“Menurut saya selama ini, komoditi bawang merah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya bagi para petani Kotamobagu. Disamping harganya cukup menjanjikan, masa panen juga tidak begitu lama,” Tutup Kadis. (Igho)