Tingkatkan Kualitas Pakan Ikan, “KKP Dorong Pokdakan Wira Sejahtera Bersama Kelurahan Matali”

Diposting pada 09 Agustus 2020 Dilihat 15 kali
Kembali

KOTAMOBAGU, Para pelaku usaha pakan ikan, ataupun Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) terutama dengan tujuan komersial wajib mendaftarkan produk mereka sebelum beredar di pasaran. Karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Kepala Seksie Pendaftaran Peredaran Pakan, Ibu Cory M Pattipeilohy, A.Pi, yang berkunjung di Pokdakan Wira Sejahtera Bersama, Kelurahan Matali, yang merupakan salasatu penerima bantuan mesin pencetak pakan ikan mandiri di Kotamobagu pada, Jumat, 7/8/2020 lalu, mendorong untuk meningkatkan kualitas pakan cetakan mereka, dengan daftarkan produknya.

Perlu diketahui, setiap peredaran pakan ikan harus mendapatkan persetujuan registrasi Ditjen Perikanan Budidaya. Selain itu, sebelumnya juga harus mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Pakan Ikan Yang Baik (CPPIB).

"Semuanya dalam rangka menjamin mutu produk dan pada akhirnya ada keterjaminan keamanan pangan bagi produk hasil budidaya ikan,"ujar Patipeilohy.

Tambahnya, jajarannya di tingkat pusat hingga daerah terus mendorong sistem pembinaan dan pengawasan di seluruh Indonesia. Sementara guna menjamin konsistensi mutu produk pakan ikan yang sudah terdaftar di KKP, pihakmya melakukan pengawasan dengan cara pengambilan sampel pakan  ikan baik di tingkat produsen, distributor, maupun pembudidaya.

Untuk layanan pendaftaran pakan ikan, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 55 Tahun 2018 tentang Pakan Ikan proses layanan prosedurnya dilakukan paling lama 20 hari kerja, lebih cepat dari sebelumnya proses 25 hari kerja.

Sementara itu Kasubid Peredaran Pakan pada Dit. Pakan dan Obat Ikan, Christian Maikel Eman, S.IK., M.Sc, mengatakan sepenuhnya mendorong penerima bantuan Mesin Pencetak Pakan Ikan Mandiri yang ada di Kotamobagu, agar bisa berkreasi dengan meningkatkan kualitas pakan yang mereka olah sendiri. Dengan cara menguji sampel kualitas pakan ikan, dilabaratorium yang bersertifikasi.

Perlu diketahui pakan ikan racikan dari, Pokdakan Wira Sejahtera Bersama, yang di ketuai Bapak Lukman Nur, SE ini, setelah melalui hasil pengujian analisa proksimat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi No: 405.01.NRL/LU-BBPBATS/IV/2020, jenis pengujian nutrisi, dengan anilsa kadar tingkat proteinnya  mencapai 35,69%.

“Kalau mau dibilang pakan ikan yang beredar dipasaran Kotamobagu saat ini, kadar proteinnya masih jauh dari harapan saya, rata-rata di bawah 20%, makanya saya berinisiatif untuk mengolahnya sendiri, apalagi saat ini Pokdakan kami, sudah ditunjang dengan bantuan Mesin Pengolah Pakan Ikan Mandiri dari Kementrian Perikanan dan Kelautan, “Jelas Lukman yang juga petani sukses di sektor Hortikultura tanaman cabe.

Pakan ikan yang dibuat di Pokdakan ini, memiliki komposisi dari jagung, dedak padi halus, ditambah dengan tepung ikan dan bungkil kelapa yang diadakan dari luar daerah. Harapan Lukman kedepan, setelah bisa mengcover pakan ikan di anggota Pokdakan, nantinya bercita-cita ingin mensejaterakan pembudidaya ikan yang ada di Kotamobagu, dengan cara sebagai penyedia makan jadi, yang harganya sedikit lebih murah.

“Kendala saya dilapangan, kadang-kadang untuk ketersediaan tepung ikan di wilayah Kotamobagu masih kurang, bahkan tidak ada. Makanya saya datangkan dari luar daerah, contohnya dari bitung, “imbuhnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kotamobagu, Muhammad Yahya,SP mengatakan terus mendorong Pokdakan ini, supaya terus menjamin kualitas pakannya, bahkan lebih meningkatkan lagi. Untuk Kotamobagu sudah ada beberapa orang yang bisa membuat pakan ikan, tapi dalam bentuk kelompok dan mesin yang berkualitas baru Pokdakan ini.

“Mesin mereka memiliki kapasitas yang cukup besar, intinya Pemerintah akan fasilitasi supaya pembudidaya ikan di Kotamobagu bisa mendapatkan pakan yang terjangkau dengan kualitas yang sama dengan di pasaran, bahkan lebih. Apa lagi hasil produksi pakan dari Pokdakan Wira Sejahtera Bersama, sudah mendapatkan uji laboratorium dari Balai di Sukabumi, dan hasilnya diatas kadar protein pakan yang dijual di pasaran,”Pungkas Yahya. (Igho)