DISTANKAN KOTAMOBAGU BENTUK TIM PENGAWASAN PEMOTONGAN HEWAN

Diposting pada 29 Juli 2020 Dilihat 14 kali
Kembali

KOTAMOBAGU, Persiapan menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H yang hanya tinggal hitungan hari, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Kotamobagu, hari ini, Rabu 29/7 2020, membentuk tim gabungan yang terdiri dari 33 Orang, untuk mengawasi pemotongan hewan kurban, yang akan disebar di 33 Desa/Kelurahan. Pelaksanaan qurban di tengah pandemi Covid-19 ini tetap diperbolehkan, dengan syarat mengikuti petunjuk Surat Edaran Kementrian Pertanian Nomor: 0008/SE/PK.320/F/06/2020, tentang pelaksanaan kegiatan qurban dalam situasi wabah bencana non-alam Corona Virus Disease (COVID-19).

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kotamobagu, Muhammad Yahya, SP, penyembelihan hewan qurban tetap diperbolehkan dengan syarat panitia penyelenggara harus menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan memperhatikan kebersihan petugas pemotongan hewan maupun alat yang digunakan.

“Pelaksanaan Kurban harus sesuai petunjuk Surat Edaran, dengan penyesuaian penerapan normal baru ditengah situasi pandemi, agar tetap berjalan optimal, dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran COVID-19, “Kata Yahya.

Ditambahkannya, pengecekan terhadap kesehatan hewan qurban harus dimaksimalkan agar masyarakat dapat memilih hewan kurban sesuai syariat islam yakni tidak cacat, cukup umur, dan sehat. Oleh karena itu, ada dua tipe pengawasan yang dioptimalkan pihaknya yaitu pemeriksaan ante mortem (pemeriksaan hewan sebelum dipotong) guna mencegah penularan penyakit dari hewan ke manusia dan pemeriksaan post mortem (pemeriksaan setelah proses penyembelihan) dimana petugas akan memeriksa kondisi jeroan, hati, limpa, dan paru-paru untuk mengetahui ada atau tidaknya parasit seperti cacing

"Saat ini kami terus mengawasi lokasi penampungan hewan empat kecamatan Kota Kotamobagu, karena sapi kurban sudah mulai berdatangan. Sementara kambing baru mulai bermunculan seminggu jelang Idul Adha, “ujarnya.

Untuk mengantisipasi timbulnya kerumunan ketika pembagian hewan qurban Pemerintah Kota Kotamobagu juga menganjurkan penyembelihan hewan qurban dilakukan di tempat yang layak.

Selain itu diharapkan seluruh tempat pemotongan hewan qurban menyediakan wastafel atau tempat cuci tangan, bahkan melengkapi panitia sekaligus petugas penyembelih hewan qurban melindungi diri dengan masker, sarung tangan, pelindung kepala, dan sepatu boot.

"Untuk menjamin tidak ada antrian kerumunan diharpkan, pihak panitia menyediakan kupon dan mengatur jarak antar warga. Bagi warga yang tidak pakai masker kami instruksikan kepada panitia agar tidak memberikan mereka daging qurban. Tapi akan lebih baik lagi bila distribusi daging qurban bisa dibagikan melalui RT/RW saja atau dibagikan secara door to door ke rumah warga",imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Samsul Lasena, S.Pt, mengaku Distankan belum bisa memprediksi jumlah hewan qurban pada perayaan Idul Adha 1441 H, mengingat masih ada hewan baik sapi maupun kambing yang terus dipasok ke Kotamobagu.

“Dibandingkan dengan tahun yang lalu, pelaksanaan Kurban kali ini masih sedikit, mengingat masih dalam tahap pemulihan perekonomian akibat wabah Virus Corona, yang sampai saat ini belum tau kapan akan hilang, “tutup Lasena.(igho)